logo

Berita

Pendidikan Lalu Lintas Masuk Mata Pelajaran PKN

Disdik Majalengka

Disdik Majalengka

Rabu, 24 Agustus 2022

Informasi

Majalengka - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Drs Iman Pramudya Subagja,MM, menyambut baik berbagai upaya yang dilakukan Kepolisian dalam berpartisifasi ikut mencerdaskan para generasi Bangsa, dalam hal ini para pelajar.

Menurut Kadisdik, setelah baru saja dilaunching tentang memasukkan bahaya penyalahgunaan narkoba ke kurikulum pendidikan jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) yang diterapkan mulai tingkat SD/MI, SMP/MTS, dan SLTA/MA se-Kabupaten Majalengka. 

"Ini adalah langkah yang baik dan bagus. Selain untuk mencegah terjadinya kecelakaan dikalangan generasi bangsa, juga pendidikan lalu lintas pada mata pelajaran PKN, juga sekaligus bertujuan guna meningkatkan disiplin dan tanggung jawab belulintas dikalangan pelajar," kata Kadisdik Majalengka, saat menanggapi kegiatan diseminasi model pengintegrasian pendidikan lalu lintas dimata pelajaran PKN tingkat SD, yang digelar di Aula PGRI Jatiwangi, Kamis (26/10/2017).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 223 orang guru PKN tingkat SD se-Kabupaten MajalengSementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Mada Roostanto,SE.MH, melalui Kasat Lantas, AKP Iwan Setiawan,SH, didampingi Kanit Dikyasa Lantas, Iptu H Y Rusyanto, mengatakan disiplin berlalu lintas merupakan bagian dari pembinaan kewarganegaraan dari aspek tanggung jawab.

Kedisiplinan dan ketertiban. Menurutnya, selama ini Satlantas Polres Majalengka telah mengimbau dan melakukan upaya intensif kepada masyarakat dan siswa dalam pembinaan disiplin berlalulintas.

Salah satu program yang dilakukan Satlantas Majalengka adalah Police Goes To School. Program ini diimplementasikan melalui kegiatan Polisi Keamanan Sekolah (PKS), Polisi Pelajar (Poljar), Polisi Sahabat Anak, safety riding, taman lalu lintas dan sebagainya. 

"Diseminasi model pengintegrasia pendidikan lalu lintas pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan ini. Diharapkan para generasi Bangsa maupun pelajar ini dapat lebih memahami tentang pentingnya disiplin berlalulintas. Sebab tidak dipungkiri, korban laka sebagian besar adalah siswa berkendara motor,” imbuh dia. (Abd)